Aceh yang terkenal berbagai
adat budaya dan adat istiadat yang berkembang smpai dengan makanan khas aceh
salah satunya adalah kue semprong atau dalam Bahasa aceh disebut kue sepit
adalah Kue yang dilipat berbentuk kipas dari lingkaran bulat menjadi bentuk
segitiga yang diberi nama kue sepit dalam Bahasa aceh.
Dulu makanan khas Aceh ini
dibuat dari bahan sagu, namun sekarang kue tersebut dibuat dari tepung ketan
dan di campur dengan bahan yang lainnya, dikarenakan bahan sagu yang sulit di
temui dan hapir tidak ada lagi kehidupannya di aceh dan juga di faktori oleh
pengaruh budaya modern yang menjadi pengaruh perpindahan dasar pembuatan kue
tersebut.
Dulu kue ini sering
dipergunakan pada zaman nenek monyang terdahulu untuk santapan makanan sehari
hari tidak hanya untuk persiapan lebaran saja. Tepatnya di Abdya kue ini sering
ditemui ketika pada hari - hari tertentu seperti pada hari menjelang lebaran
dan juga digunakan untuk hantaran kunjungan kematian pada 40 hari biasamya kue
ini digunakan.
Sekarang ini makanan khas
tersebut sudah hampir hilang dan menggingatnya pun sulit, mungkin karena cara
pembuatannya yang terlalu sulit dan lama dengan cara dibakar ditempat adonan
yang tipis, dan cara membuatnya perhitungan satu sendok satu adonan. Bahan –
bahan dari kue ini sangat mudah yaitu kelapa yang sudah diparut, gula, tepung
terigu , dan telur. Namun masyarakat aceh sekarang yang difaktorkan karena
budaya modern yang dipermudahkan apalagi dengan hadirnya teknologi membuat kue ini sukar didapat.
Nurhayati (54) adalah seorang
ibu rumah tangga yang sering mebuat kue semprong, menjelang Ramadhan dia sangat
menyukai kue ini karna bentuk dan rasanya yang renyah, dan dia sangat
membudidayakan makanan khas aceh tempo dulu meskipun banyak berhadir kue yang
lebih murah dan menarik kemasannya, yang banyak mengandung penyedap dan bahan pengawet tapi ibu tiga anak ini
mempertahankan supaya generasi kedepan tidak melupakan makanan khas tradisional
ini.
Masyarakat saat ini apalagi generasi
muda sudah melupakan makanan khas aceh tradisional ini. Karena sudah ada
makanan terbaru yang terlalu di banggakan, padahal ini yang menyebabkan
hilangnya khas buadaya setempat dikarenakan menerima budaya dari luar, nah
sudah jadi tugas kita untuk mempertahankan dan melestarikan kebuadayaan bangsa
seperti kue sepit yang manjadi khas budaya aceh.

No comments:
Post a Comment