Tradisi keduri Jirat Di Desa Kuta Tinggi - Aceh loen sayang

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sunday, June 24, 2018

Tradisi keduri Jirat Di Desa Kuta Tinggi








Blangpidie - Masyarakat di Aceh masih sangat menjaga tradisi-tradisi yang ditinggalkan oleh leluhurnya. Beberapa di antara seperti tradisi meungang, tot lumang, kenduri bungong kaye, kanduri blang, dan kanduri laut.Selain itu, ada juga tradisi kenduri kuburan atau di Aceh disebut kenduri Jirat. Tradisi kenduri kuburan dilaksanakan dalam setahun satu kali dan dilaksanakan tidak serentak, melainkan dijadwalkan dalam satu hari satu komplek kuburan per Desa.
Di kecamatan Blangpidie tepatnya digampong kuta tinggi tradisi ini masih dilakoni oleh masyarakat setempat hingga saat ini. tidak hanya didaerah ini saja yang melaksanakan acra ini tapi disejumlah daerah laian juga masih mempertahankan tradisi ini seperi Aceh Barat, Nagan R
aya dan Aceh selatan. Berbeda dengan ziarah kubur, saat pelaksanaan keduri kuburan ini warga yang salah satu keluarganya dimakamkan di komplek kuburan yang sedang melaksanakan kenduri, diharuskan membawa makanan dan sedekah saat menuju komplek kuburan. Ini dimaksudkan sebagai hidangan untuk tengku pengaji dan sebagiannya dibagikan kepada anak-anak. Sedangkan uang sedekah diberikan kepada tengku pembaca ayat suci Alquran.
"Ini sudah menjadi tradisi tiap tahunnya di Abdya, melaksanakan kenduri kuburan. Kenduri kuburan merupakan tradisi nenek monyang orang Aceh dalam rangka mendoakan dan mengunjungi kuburan orang-orang yang telah lebih dulu meninggal dunia,” ujar suhaini.
            Tetapi sebagian pendapat acara kenduri kuburan ini mubazir karena Cuma membuang buang makan dan membuang waktu, padahal acara kenduri kuburan itu tidak membuang makanan, hanya saja masyarakat Cuma mengantar nasi satu rantang dan makanan lainnya dan makan bersama keluarga yang mengikuti acara kenduri kuburan. Pada saat terakhir acara para anggota masyarakat membukus nasi di dalam daun atau sring disebut ”Bu Kulah” ini lah suatu tanda apabila para tamu yang berdatangan diacara ini akan dibagi satu persatu oleh panita acara, sebagai bukti baru pulang diacara kenduri kuburan.
Adapun momen yang menjadi inti dari acara ini adalah ketika melakukan doa bersama dengan keluarga di atas kuburan dan membasuh muka dengan sisa air yang telah dibumbuhkan sejumlah bunga wangi untuk penyiraman di atas kuburan sembari membacakan doa. Momen membaca ayat Kursi dan membasuh muka denga air sisa penyiraman dimakam, mungkin menjadi salah satu momen yang tidak mau dilewati oleh masyarakat. Ini merupakan salah satu momentum mengenang dan memberikan doa kepada orang-orang tercinta yang sudah lebih dahulu menghadap yang maha kuasa,



No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here